Let Me Tell You About… My Music World

YMMF 2012, perform, band, sangla band, music, alternative rock

Penampilan kami di panggung Yamaha Matic Music Fest, 2012

Berprofesi sebagai anak band yang awalnya hanya iseng belaka adalah suatu hal yang classic diutarakan oleh para remaja pada umumnya. Termasuk saya…Tepat pada kelas 9 SMP, saya diajak bergabung ke dalam sebuah band indie di kota saya. Band tersebut bergenre Alternative Rock yang kadang diselingi oleh musik Gothic ala-ala Dream Theater. Band yang terbentuk dari sebuah sanggar dan berdiri sendiri. Karir dalam satu tahun itu bisa dibilang cukup drastis, saya mengenal banyak relasi musisi lokal dari daerah saya berada. Performa demi performa kami sajikan. Terkadang saya berfikir bahwa saya tak ingin mencari popularitas yang terlalu, namun apalah daya, banyak yang mengenal kami hingga tak pelak, saya dikenal pula oleh pelbagai relasi dari anggota dari band kami. Sangla Band.

Sangla Band, Indie Band, Mojokerto

Here we are, Sangla Band.

Inilah sahabat-sahabat saya di Sangla Band. Band yang mengenalkan saya menuju dunia musik yang lebih luas. Mengenalkan saya menjadi pribadi yang menatap dunia dengan penuh alunan nada. Terima kasih telah menjadikan saya seseorang yang dapat lebih mengeksplor dunia musik lebih dalam lagi.

Ketika saya bertemu banyak orang yang bermusik juga, saya diajak bergabung dalam suatu grup musik akustik yang sampai sekarang belum pernah perform sekalipun :’) Namun saya bahagia karena telah mengenal mereka. Perkenalkan, sebagai pemain kajoon adalah Mas Gilang, mahasiswa jurusan Sendratasik yang notabene adalah murid dari sang gitaris, Pak Didik. Guru musik di SMP saya pada saat itu. Lalu ada lagi, Mas Rama, pemain gitar klasik yang berprofesi sebagai guru musik di Purwacaraka.

Pertemuan kami menghasilkan pertemanan yang asyik. Kami sempat menonton konser musik klasik bertajuk Around The World dengan menyuguhkan musisi-musisi luar negeri di dalamnya.

Ini dia Pak Didik dan Mas Gilang! SAY, HI! 🙂

Pieternel Berkers

Pak Didik bersama accordion player, Pieternel Berkers.

 

Jessica Sidharta

Sedangkan ini Mas Gilang dengan pemain harpa, Jessica Sidharta.

Guru musik saya sebelum Pak Didik adalah Mas Indra. Ia hanya mendampingi saya selama 6 bulan sebelum akhirnya ia memutuskan untuk berkarir ke dunia musik yang sesungguhnya. Mas Indra saat itu mengajar di GRSB Manado dan kini ia bergabung bersama I Wayan Balawan di Bali.

keyboardist

My music teacher

 

Selang beberapa waktu, teman SMA saya yang notabene drummer dari sebuah band. Mengajak saya perform untuk acara Diesnatalis di SMA kami sendiri. Alhasil, waktu latihan bersama semakin sering dan berkala hampir setiap hari. Nama band kami saat itu adalah Sold Out. Band yang beraliran pop jazz ini membuat saya mengenal dekat dengan keluarga masing-masing personil dengan baik.

Sold Out Band, Indie Band, Mojokerto

Saya bersama personil Sold Out

Menjalani hari dengan memiliki dua band sekaligus adalah hal yang sedikit memusingkan ketika saya mulai me-multitasking-kan latihan dalam satu hari sekaligus. Dalam porsi pelajar SMA yang seharusnya dilakukan adalah belajar, belajar, dan belajar! Namun yang saya lakukan ketika itu adalah malah bermain band. Tidak masalah ketika saya dapat memanajemen waktu saya. Memang, selalu ada yang perlu dikorbankan. Entah bolos les, bolos rapat (ketika itu saya menjadi anggota di organisasi di SMA saya), itulah hal kecil yang pasti pernah dilakukan pada remaja pada umumnya. Hahaha. 😀 Namun ada satu hal, saya tidak pernah berbohong kepada orang tua ketika saya harus berlatih bersama teman-teman band saya. Berada dalam studio selama 6 jam itu benar-benar melelahkan! Tapi menyenangkan. He..he. Ini dia potret papan yang digunakan untuk booking waktu latihan pada saat itu. Apa jadinya latihan bersama dua band berbeda dalam waktu yang mepet seperti itu? Saya bersyukur karena masih dalam satu studio :’)

When we were in Enter Studio Music

When we were in Enter Studio Music

 

 

vocalist, band, sold out, performance

Nah, ini dia vokalis Sold Out kami. Evilla Mita 🙂

Dan saat itu, mereka bertiga, kurang drummer kami yang habis kecelakaan (seingat saya) sehingga ia absen pula pada saat on air di Gita FM.

on air radio, Gita FM Jombang, Sangla Band

Personil Sangla Band yang kurang lengkap :’)

Here we go, my another amazing story…

performance, on air, JTV, Surabaya

On air di JTV 🙂

Saat kelas 10 SMA, alhamdulillah kami sempat sekali on air di JTV. Saya lupa nama acaranya 😀 tapi yang pasti, itu adalah pengalaman yang tak terlupakan yang pernah saya punya.

Sudah lama vakum tidak bermusik pada saat kelas 11 karena sibuk organisasi dan semacamnya. Kelas 12 SMA, saya diajak oleh Febriano, bassis dari Parameter Band untuk menjadi additional keys player dalam band-nya yang berkiblat pada Paramore.

keyboardist

Ini ketika saya perform bersama Parameter Band

Di panggung itulah kami kembali bertemu, teman-teman Sold Out yang telah gugur dan membuat formasi baru. Mereka berganti nama menjadi Sold Hamony.

bassist, drummer, sold harmony, music, performance, festival, yamaha matic music festival

They’re perform well.

Begitulah cerita musik saya, banyak performa yang tidak cukup untuk saya torehkan disini. Banyak cerita dalam hidup dan itulah bagian dari skenario Allah SWT yang membuat saya bahagia. Thanks for reading! Please give me a little comment below 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s