My Keyboard Metamorphosis

keyboard, biola

Semua orang punya mimpi, bukan? Begitupula dengan saya. Tidak ada orang yang dapat menghalangi mimpi saya. Hanya Allah yang menghendaki apakah mimpi tersebut dapat terwujud ataukah tidak.

I’m… living my dreams.

Suatu keadaan dimana saya memiliki kekuatan super untuk berpikir jernih. Berpikir tentang mimpi. Mimpi yang besar dapat tercurahkan jika kita memiliki support penuh pada diri kita sendiri. Keyakinan yang kuat adalah salah satu kunci untuk menggapai mimpi-mimpi kita.

*****

Sejak kecil, saya bermimpi dapat menjadi seorang professional piano player. Sampai sekarang pun keinginan itu masih berada dalam benak saya. Saya ingin menjadi seorang guru musik sebagai pekerjaan sampingan saya. Tidak lepas dalam kehendak-Nya. Saya sangat senang dengan kehidupan saya waktu itu. Kegigihan saya untuk mendapatkan sebuah keyboard. Pertama kali, yaitu ketika saya duduk di bangku TK. Orang tua saya memberi saya sebuah keyboard kecil, Casio MA-150. Waktu demi waktu saya lalui. Keyboard tersebut tutsnya rusak dan ayah saya menambalnya dengan stik ice cream. Begitu sayangnya saya dengan keyboard itu. Day by day, saya selalu sabar untuk menantikan keyboard baru dari ayah karena keyboard tersebut dibawa adik saya ke luar kota untuk beberapa waktu yang sangat lama. Sampai suatu ketika, ayah saya datang dengan membawa mobil box, ternyata di dalamnya terdapat keyboard Casio CTK-5000. Betapa bahagia hati saya waktu itu, tepatnya kelas 2 SMP.

casio MA-150, electronic keyboard

Keyboard pertama saya

 

dan beginilah keadannya sekarang… Miris bukan? :’D

Kisah tragis keyboard saya :')

Kisah tragis keyboard saya, 2015 :’)

Keyboard kedua yang ayah hadiahkan kepada saya setelah bertahun-tahun saya idamkan adalah…

CASIO CTK-5000, keyboard

Tadaaa!

Beberapa tahun kemudian, kakek saya menginginkan keyboard tersebut. Dengan berat hati, saya melepaskan si Casio untuk kakek tercinta. Saat ayah pulang ke rumah, tiba-tiba beliau membawa keyboard baru dengan tasnya yang bertuliskan Roland. Saya sempat berpikir sejenak. Ya Allah, ternyata semua ini ada hikmahnya, ya! Jika kita mengorbankan sesuatu demi kebaikan, maka akan ada kebaikan yang lebih baik daripada itu. Alhamdulillah. Setelah saya membuka isi dari tas tersebut, ternyata ayah membawakan saya keyboard dari Malang. Korg PA-50. Saya sangat bersyukur pada Allah SWT dan berterima kasih pada ayah. Hari demi hari saya lewati bersama keyboard Korg PA-50 itu. Ternyata, di beberapa event besar, seperti wedding, cafe accoustic, dan lain sebagainya, keyboard Korg PA-50 itu beredar. Saya sempat bangga dan senang menggunakan keyboard yang canggih seperti itu. Namun, beberapa bulan kemudian keyboard tersebut mengalami masalah pada LCD-nya. Akhirnya, ayah memutuskan untuk menyerviskannya ke Malang. Ke tempat asalnya. Sedikit info, keyboard tersebut sebelumnya adalah milik dari teman paman saya. Paman saya yang berprofesi sebagai musisi jazz itu alhamdulillahnya lebih tahu-menahu masalah musik. Tidak terkecuali keyboard. Setelah beberapa waktu di Malang, ternyata bagian dalam dari keyboard tersebut mengalami kehancuran pada tuts, detailnya. At the end of the day, ayah memutuskan untuk menjualnya. Sempat kecewa sedikit sih, karena saya baru menikmati keyboard tersebut beberapa bulan saja dan ternyata setelah saya ketahui keyboard tersebut sudah beken di kalangan pemain electone handal. Tetapi, insya Allah inilah yang terbaik. Semoga saya mendapatkan yang lebih baik dari keyboard tersebut. Amiin. Tinggal menunggu waktu yang tepat. Allah akan memberikan yang terbaik. Saya yakin!

KORG PA-50, keyboard

KORG PA-50

 

Siapa yang menyangka, bahwa akhirnya saya mendapatkan yang lebih baik dari semua itu. Yamaha PSR S950 yang paling baru.. Alhamdulillah. Ingatlah, bahwa Allah akan mengganti sesuatu itu menjadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Hanya satu syaratnya, bersabar. Jika kamu tahu, saya sangat sedih saat dirumah tidak ada keyboard. Entah kecanduan entah apa, namun hati saya serasa ada yang hilang. *tsaaah* Benar, saya tidak bohong karena saya yang mengalaminya sendiri. Hehehe. Saya sangaaaat bersyukur ketika ayah menghadiahkan keyboard terbaru tersebut, apalagi ketika usia saya menginjak 16 tahun. Hati saya semakin berbunga tiap harinya. Performa demi performa saya lalui bersama teman band saya. Dengan dia pula, my love (read: keyboard) 😀

Yamaha-PSR-S950

Yamaha PSR-S950

 

YAMAHA PSR-950, keyboard

Inilah wujud dari kesabaran dan dalam doa yang selalu tercurahkan 🙂

*****

For the special moment that I’ve ever passed, saya menyuguhkan beberapa video ketika saya bermain dengan keyboard yang berbeda-beda. Maaf karena saya masih amatir 😀

VIDEO SHOW (YOUTUBE)

((Ini menggunakan CASIO CTK-5000))

CLICK THIS!

((Sedangkan ini menggunakan KORG PA-50))

CLICK THIS!

((Last but not least, menggunakan YAMAHA PSR-950))

CLICK THIS!

Sayangnya saya tidak memiliki video bersama keyboard lawas saya, CASIO MA-150 karena rusak sebelum saya matang dalam bermusik. Hehehe. 😀

Jika kamu ingin bisa memainkan keyboard atau alat musik apapun itu, saran saya, jangan menyerah karena Allah memiliki kejutan-kejutan kecil untuk mengangkatmu menjadi lebih bisa daripada sebelumnya. Sebelumnya, menjadi seseorang yang seperti ini adalah mimpi yang hanya muncul dalam imajinasi saya. Tapi saya percaya bahwa Allah akan mendengarkan do’a setiap manusia. Menjadi insan yang lebih hidup sebelumnya, lebih memiliki mimpi-mimpi besar ‘tuk diraih, memiliki kekuatan untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu ‘tuk menjadi kenyataan. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “My Keyboard Metamorphosis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s