Nikah Muda, Why Not?

IMG_9387

Foto: dok. pribadi

Bagi sebagian anak muda yang ada di era millenials membuat kita menjadi memiliki pikiran untuk terus berkarya, berkarir, atau membuat gebrakan baru buat diri sendiri atau bahkan lingkungan sekitar, inovasi baru dan hal positif lainnya. Dan, siklus itu dijalani secara berulang-ulang. Menciptakan hal produktif sepanjang waktu dan tak melupakan Sang Pemberi Waktu. Tapi bagi saya pribadi, menjalani hal tersebut sepertinya lebih asyik jika dilakukan berdua dengan teman yang se-visi dan se-misi. Yap. Teman hidup, misalnya? Karena nikah itu ibadah, so my daddy said, why not?

                Berkaca dari pengalaman pribadi yang pernah mengharapkan seseorang terlalu berlebihan sampai diberi peringatan oleh Yang Memberi Rasa. Repeat and repeat again. Dan itu selalu menusuk ke jiwa raga dan membuat saya down karena mikir keras. Nggak bisa santai. Nggak tau kenapa kalo lihat anak jaman sekarang kayaknya mereka fun fun aja gitu pacaran sana-sini. Bukan berarti saya nggak pernah ya. Tapi kok saya nggak bisa ya semacem itu, bisa bertahan sampe bertahun-tahun dalam hubungan yang nggak halal. Saya selalu mikir positif aja dan mengambil hikmah dari perasaan saya yang terlalu larut, oh pasti Allah masih sayang sama saya.

Ada hal-hal complicated yang saya rasakan ketika in an open relationship with others yang menurut saya semacam wasting time buat seseorang yang looking forward for the better future dan pemikir akut macam saya. Suntuk, galau, sedih berkepanjangan, keinget dikit –stuck, bikin anak muda zaman sekarang nggak bisa maju-maju karena keep looking back. Selalu merasakan kebahagiaan sesaat kalo pas PDKT misalkan, padahal itu yang namanya euforia. Kalo mereka bilang, manis di awal doang. Memang benar. Belum tentu dia jodoh kita, sebisa mungkin nggak berlebihan ketika mengolah perasaan yang semakin hari semakin keruh. Waktunya kembali. Karena saya nggak ingin hal semacam itu terjadi lagi, saya menyikapinya dengan ikut organisasi, komunitas, dateng seminar sana-sini, menjalin networking dengan banyak orang, menyibukkan diri dengan hal-hal positif agar terhindar dari perasaan yang tak diinginkan terjadi. Fallin in love sampai overdosis.

Kita dilahirkan di dunia ini berpasang-pasangan. Ibarat masang kancing baju, nggak mungkin kita memasang kancing yang berbeda untuk baju yang kita buat. Nggak kebesaran dan nggak kekecilan juga. Nah, sama halnya dengan jodoh. Pasangan kita nantinya adalah seseorang yang ditugaskan oleh Yang di Atas untuk bisa melengkapi kita dalam hal apapun dan menutupi kekurangan kita. Suit! Nah ini yang disini juga sedang menunggu jemputan dari seseorang yang semacam ini yang bisa terus saling memperbaiki diri, menjaga hati, memiliki pemikiran yang visioner dan always think positive. Yang lebih penting, bisa sama-sama menuju surgaNya.

Percaya deh, jodoh adalah cerminan diri kita. Suatu saat nanti di waktu yang tepat, kita akan nemuin seseorang yang seperti itu, di saat kita udah yakin dan udah siap. Kalo udah nemu.. nggak usah banyak mikir, shalat istikharah, tahajud. insyaAllah pasti ada jalan. Ini niat baik ya, jadi no need to worry even though we’re in a younger age. Especially me. *Big smile* Nggak pake lama dan nggak usah pacaran, kalo istilah dalam islam, taaruf atau perkenalan. Langsung aja ke keluarga atau orang tua. Kenapa gitu? Satu, menurut islam memang udah ada kaidahnya seperti itu. Nanti setelah taaruf, no need a long time for getting marry. Karena proses khitbah ke pernikahan yang lama justru akan membukakan jurang-jurang atau peluang bagi setan yang akan menggalaukan hati manusia. Nanti yang awalnya yakin 100% bisa tiba-tiba bimbang karena terlalu banyak menimbang-nimbang. Dan katanya orang yang sudah berpengalaman.. mantan-mantan akan datang menghantui. Hiii. We should be consistent with our choice. Setiap orang punya pilihan masing-masing ya dan tentunya semoga selalu dipilihkan yang terbaik sama Sang Maha Pembolak Balik Hati. Yaa, begitulah kiranya seorang manusia. Semoga kita tetap diberi jalan yang lurus yaa.. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s