Speak Good or Remain Silent

       Bagi sebagian orang, diam adalah emas. Tapi bagi seorang presenter, announcer, singer dan semacamnya mungkin better lebih banyak ngomong, mostly people said. Kalau kata Hilbram Dunar di buku Public Speaking-nya, talk more, do more. Lalu, bagaimana dengan iklan rokok yang katanya talk less, do more?

       Di kesempatan kali ini, saya ingin berbagi bagaimana cara pandang saya terhadap speak good or remain silent. Terlepas dari profesi seorang presenter, announcer, dll yang memang notabene harus pandai bercakap. Saya memang setuju sekali dengan pendapat talk more, do more dari seorang presenter andal seperti Hilbram Dunar. But, hal ini berbeda dengan typical manusia yang too much talking yang pada akhirnya akan membuat lawan bicaranya terganggu. Entah itu karena menurut kita terdapat kesalahan bertutur kata yang memang tak disengaja atau karena hal lain.

       Seseorang memang dilahirkan berbeda-beda. Sekalipun saudara kembar, pasti memiliki kepribadian dan isi kepala yang berbeda pula. Demikian dengan cara bertuturnya. Cara bertutur kata yang mencerminkan bagaimana perangainya, apakah baik ataukah sebaliknya. Penilaian seseorang yang terkadang tidak kita sadari bermula dengan bagaimana kita berperilaku dan bertutur kata. Maka dari itu, selalu pahami dan resapi sebelum berbicara. Think before speaking and acting, that’s more good. Than, berbicara langsung namun isinya kurang tepat, atau bahkan dapat menyakiti lawan bicara secara tidak kita sadari. Kamu pilih yang mana? Terlepas dari budaya high context yang tipikal ‘jawa banget’ (baca: sungkanan; implisit, tidak to the point) dan low context yang tipikal to the point.

       Pada dasarnya, sebagian orang memang terlahir untuk memiliki karakter yang bermacam-macam. Mengapa? Agar kita bisa saling belajar dan saling menghargai. Tidak mem-force seseorang dengan apa yang kita inginkan. Mana yang baik dan mana yang kurang baik. Kita sendiri yang bisa menilai dan memilih jalan mana yang akan kita tempuh dalam berinteraksi.

       Sebagai contoh, seorang presenter profesional pasti menampakkan sisi profesionalitasnya ketika on air. Salah satunya yakni dengan pembawaan yang berkarakter lugas dan banyak bertutur tapi sesuai dengan porsinya, tidak mengurangi ataupun menambahkan isi berita yang ada. Kalau kata Teori Dramaturgi-nya Erving Goffman, itu adalah front stage. How about the back stage? Selepas on air, presenter yang baik pasti tidak akan banyak bicara yang kurang berisi. Berbeda dengan di front stage? Ya, karena memang setiap manusia memiliki sifat seperti itu. Yang terbaik adalah yang selalu bisa memposisikan diri dengan baik, bukan? That’s a big big yes. Speak good or remain silent. Lebih baik diam karena apa yang kita utarakan, apapun itu akan dimintai pertanggungjawaban, bukan? Talk more, do more-nya Hilbram Dunar memang benar. Tapi itu untuk on stage. Kurang tepat jika diaplikasikan di ‘panggung sandiwara’ kita tercinta ini, terlebih yang berasal dari Jawa. Bukan mengkotak-kotakkan, tapi memang begitulah budaya yang berkembang. Saya prefer ke iklan rokok yang mengatakan talk less, do more. Jika ada hal apapun yang akan kita tuju, please stop talking too much and then ‘just do it’, seperti kata Nike.

Selalu ingat bahwa kita dibesarkan dengan hati yang tertancap kuat pada raga. Apapun yang kita ucapkan, apapun yang kita lakukan, sebisa mungkin kita tata sebaik dan serapi mungkin. Mengapa begitu? Agar melahirkan persepsi yang baik dengan diri kita yang sebenar-benarnya. Agar tidak menimbulkan prasangka pula. Semoga kita selalu bisa bertutur kata dan berperilaku baik terhadap sesama yaa.. Jika memang tidak ada sesuatu hal yang penting untuk di bahas, better silent and have dua or dhikr for increasing our closeness to our God (for muslim people in the world). I think that’s a good idea. Or, you have your own thought? Just be yourself! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.