Transformasi 2017

Sejatinya, adanya resolusi untuk tahun baru itu untuk apa? Selain meningkatkan kualitas diri serta menjadikan tahun berikutnya menjadi lebih baik daripada sebelumnya?

Introspeksi diri atau evaluasi diri adalah hal yang lebih penting untuk mengawali pergantian tahun. Meskipun di setiap harinya kita sebagai manusia wajib melakukannya, namun tidak ada salahnya untuk melakukan introspeksi seperti kilas balik tahun 2017 sebelum masuk ke 2018. Merenungi apa saja yang sudah kita lakukan di tahun sebelumnya. Melakukan sebuah refleksi diri yang mungkin tak banyak dilakukan oleh banyak orang. Tapi bagi saya, menuju tahun baru itu perlu sekali adanya pembenahan atau pembaruan diri. Memiliki semangat baru untuk menjalani hari.

Saya rasa tahun 2017 ini berlalu begitu cepat, banyak cerita dan pengalaman baru. Derai air mata, tetesan keringat, keluh kesah tiada henti, berbagai macam kekhawatiran, bekerja di bawah tekanan, keganjalan, kegundahan hati dan lain-lain yang semoga saja akan membuahkan kebahagiaan pada akhirnya. Aamiin. Kuncinya adalah yakin dengan kata pepatah:

bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”

Berbagai macam ujian kesulitan dan kesenangan datangnya dari Sang Pencipta. Bagaimana tidak kita mensyukuri segala nikmat dan karuniaNya? Ketika datang kesulitan yang tiada akhir, seringkali kita mengeluh dan tidak mengambil hikmah di balik semua itu. Namun sebaliknya, ketika datang kesenangan, apa yang kita lakukan? Kebanyakan dari kita jarang mensyukurinya. Semoga kita senantiasa menjadi seseorang yang selalu bersyukur di setiap nafas yang berhembus.

Kembali mengenai resolusi tahun 2017 yang lalu, saya memang tidak menuliskan secara normatif untuk dijadikan sebuah acuan untuk betul-betul dipenuhi. Hanya ada dalam benak agar bisa selalu berperilaku baik kepada sesama dan terus memperbaiki diri. Tahun 2017, banyak sekali pelajaran berharga yang saya dapat. Awal tahun, saya mulai merasa how precious I am ketika ada orang yang mengagumi dan menyatakan how the way I give a positive impact to them ketika saya merasa biasa saja. Saya rasa, I’m just an ordinary student. Ternyata berbeda bagi mereka. Di pertengahan tahun, muncullah orang yang sebaliknya. Berkomentar negatif dan berani mengeluarkan statement yang merendahkan saya tanpa menunjukkan jati diri yang sebenarnya alias menggunakan simbol anonim di salah satu media sosial yang saya miliki. Suatu kewajaran yang digemingkan ketika media sosial semakin marak untuk dijadikan sebuah perantara. Tanpa berpikir bagaimana perasaan orang yang diberi komentar seperti itu. Adanya lover dan hater memang untuk adanya keseimbangan hidup. Sama halnya dengan pro dan kontra, dinamika kehidupan mungkin akan stagnan jika semua orang memiliki karakteristik yang seiya sekata.

Sembari berkuliah menjadi mahasiswa ilmu komunikasi, saya berkesempatan untuk mencicipi pekerjaan baru as a creative marketing di sebuah restaurant, memotret, membuat desain, bertemu dengan client, menemukan ide-ide kreatif dan inovatif. Selalu bersyukur karena mendapat pekerjaan yang sesuai dengan passion karena dengan begitu kita akan lebih ikhlas dalam menjalani. Selain itu, saya juga tergerak untuk menulis lagi di blog setelah setahun lebih vakum. Menuangkan pemikiran-pemikiran akan keresahan melihat situasi dan kondisi yang saya rasakan ataupun momen menyenangkan yang saya alami. Dan tak pernah disangka, hal-hal membahagiakan datang setelah saya menulis lagi.


Pada akhir bulan Januari, saya berlibur bersama keluarga di Pantai Tambakrejo, Blitar. How happy my life at that time!

a

Dan di bulan Februari 2017, saya mengawalinya dengan travelling ke Kawah Ijen bersama the wanderer. Teman-teman SMA saya!

Pulangnya, kami melipir ke Banyuwangi untuk makan-makan di pinggir pantai.


Tahun ini saya juga berkesempatan untuk pergi ke Bali gratis. Tiket pesawat beserta hotelnya. Ceritanya bisa di cek di blog saya Heaven on Earth in Indonesia.

Keajaiban banyak datang di tahun ini. Di akhir tahun, saya juga mendapat hadiah giveaway dari sebuah jam tangan batik wishwatch.id, yang untuk beli saja mungkin saya better untuk makan selama setahun. Hehehe. Favourite one!

2017 juga tahun dimana instagram saya di hack dengan orang luar negeri dan diakuisisi untuk akun tidak benar. Untuk membuat instagram baru saja saya berpikir lagi sampai pada akhirnya memutuskan untuk membuat lagi karena yang lama tidak bisa diperbaiki oleh instagram pusat. Pada akhirnya reformasi tersebut membuat banyak perubahan di hidup saya.


             Another thing, saya menengok lagi akun facebook saya setelah sekian lama tak bersua. Ya, berawal dari facebook, dosen saya menemukan saya, menengok blog saya. Hingga pada akhirnya memberikan kesempatan pada saya untuk mengikuti lomba penulisan naskah skenario di Jakarta. Alhamdulillahnya, saya mendapat juara. Saya rasa itu hanya kebetulan. Tapi tidak ada kebetulan melainkan sudah digariskan oleh Allah, bukan? 🙂 dari situ saya semakin giat untuk menulis, namun lebih ke self-thought yang ternyata banyak dari teman saya yang memberikan apresiasi positif. Saya memang belum mengembangkan penulisan naskah untuk skenario, tapi, semoga saja kedepannya ada kesempatan untuk menulis naskah skenario film, Aamiin.

Sedikit cerita, ketika di Jakarta, saya sempat mengunjungi kedai Filosofi Kopi yang notabene adalah lokasi syuting film Filosofi Kopi. Saat itu saya belum menonton film-nya, tidak begitu paham dengan pemeran dan seluk beluknya jadi saya tidak terlalu excited seperti teman-teman saya yang lain. Kudet sekali ya :’) Di tahun ini pula saya menginjakkan kaki untuk yang kedua kalinya di Batavia setelah empat tahun berlalu. Tidak nyangkanya, ketika Filosofi Kopi 2 muncul, saya berkesempatan untuk motret di launching-nya yang bertepatan di Surabaya bersama para cast-nya. Subhanallah..


Di lain kesempatan, saya diberi kesempatan lagi oleh dosen saya untuk mengunjungi Ponorogo. Mengikuti lomba fotografi di forum Silaturahmi Asosiasi Prodi Ilmu Komunikasi (SILAT APIK) se-Indonesia yang diadakan oleh perhimpunan PTM di bulan Agustus lalu. Senangnya bertemu dan berkenalan dengan teman fotografer dari berbagai daerah.

Selain itu, 2017 juga mempertemukan saya dengan banyak kawan lama yang sudah lama tak bertemu. Nostalgia bersama teman sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA. Yang pada akhirnya, nostalgia itu membawa saya kembali mengaktifkan sel-sel untuk menulis lagi. Dari silaturahim itu, teman saya memberikan saya kesempatan untuk memotret indonesian artist seperti Chicco Jerico, Luna Maya, Rio Dewanto. Menyimak press conference film Filosofi Kopi 2 di Artotel Surabaya, talkshow dan launching di Ciputra World Surabaya untuk mengenalkan film baru mereka. Dan juga meet n greet serta nobar film The Dolls 2 di Dinoyo Mall Malang.

IMG_4946
Launching dan nobar Filosofi Kopi 2 di Ciputra World Surabaya

Tahun ini, saya menginjak usia kepala 2. Kembali bermusik setelah memutuskan untuk vakum beberapa tahun yang lalu. Sebetulnya saya sedikit ragu untuk kembali, tapi entah mengapa waktu itu hati saya sedikit tergerak. Baiklah, mungkin Allah ingin saya belajar mengenai kehidupan dan memaknai lebih dalam lagi melalui musik. Saya merasakan perbedaannya, banyak sekali pelajaran hidup yang saya dapatkan. Waktu itu saya mengikuti lomba band di rektor cup, kagetnya, kami mendapat juara (for the first time for me). Selepas pengumuman, teman saya mengajak ‘kalau ada tawaran job di kafe di terima ya’. Saya langsung decline karena prioritas utama adalah kuliah dan saya tidak ingin berlarut-larut dalam studio (lagi).

Sempat bernostalgia dengan teman-teman musisi semasa SMP dan SMA. Menemukan temen musisi baru di perkuliahan. Recalling things di masa masih duduk di bangku sekolah. Ada temen musisi saat SMP dan SMA yang tiba-tiba ngontak setelah sekian lama tidak berkabar. Dan ada pula teman saya yang tidak sengaja bertemu di jalan raya yang membawa kami silaturahmi ke guru musik #2 saya semasa SMP. Tidak lama kemudian, teman kuliah saya mengajak untuk berlibur ke pulau sebelah dan saya menemukan guru musik #1 saya yang tlah lama tak jumpa.


Tahun ini pula, saya berkunjung ke Malang Jazz Festival dan menghadiri press conference-nya di Ria Djenaka. Saya tidak menyangka akan bertemu dengan para pianis andal yang down to earth. Idang Rasjidi, Indra Lesmana, dan Dwiki Dharmawan yang merupakan sosok idola di Indonesia. Lengkap bersama Krakatau Reunion. Entah ini suatu pertanda atau hanya sekedar melintas, yang pasti saya senang bertemu dengan mereka.

IMG_5210
Krakatau Reunion
1507368466771
Malang Jazz Festival 2017

 

Bersyukurnya, sepanjang tahun 2017, saya ditemukan dengan my super love beberapa kali. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ketika sedang berpameran fotografi bersama organisasi fotografi jurnalistik yang saya ikuti di MX Mall. Saya mampir ke sebelahnya (Malang Town Square), tak disangka saya bertemu kekasih hati saya (baca: piano). Saat itu kebetulan ada pameran piano pula disana, ada upright dan baby grand piano. Betapa bahagianya saya ketika itu. Mimpi saya seperti menjadi kenyataan. Di akhir tahun, saya berkesempatan untuk mengunjungi gerai Grand Piano Indonesia di Surabaya (30/12/17), betapa saya merasa seperti hanyut dalam bunga tidur. Pernah saya bermimpi seperti ini beberapa tahun silam, berada di tempat dengan banyak grand piano, namun seingat saya all that whites, bedanya dengan sekarang dengan piano berwarna hitam. Semakin kesini, entah mengapa, keinginan saya untuk memiliki grand piano semakin besar. Padahal saya juga sadar kalau belum memiliki uang sebanyak itu untuk membelinya, dan lagi, kalau untuk di taruh di rumah orang tua pasti tidak akan cukup. 😀 Saya pikir, first thing to do adalah membeli rumah dulu with my future. Setelah itu baru membeli grand piano, insyaAllah atau upright piano juga tak apa. :’)

1487936945500
Gladi bersih pemotretan wisuda, nimbrung di pianonya UKM Gita Surya UMM (24/02/2017)
IMG_20170414_161934
Eksis dulu di pameran piano Malang Town Square (14/04/2017)
1501163926236
Nemu harta karun di Hotel Ayola La Lisa Surabaya (27/07/2017)

Prospecting another grand piano in Grand Piano Indonesia

            Begitu banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang belum sempat tercurahkan di catatan kecil ini. But for the whole days in 365, saya sangat bersyukur di tahun 2017 ini. Semoga  kebahagiaan selalu hadir dan menjadi suatu motivasi untuk selalu tersenyum. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca, semoga 2018 menjadi tahun yang indah untuk kita semua. Aamiin..

Advertisements

2 thoughts on “Transformasi 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.